cafe bisnis

bisnis online
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Mei 2010

Anamta Alaihim - Golongan Yang Engkau beri Nikmat

shalat jamaah1


oleh: Tim Mentor Yayasan Islam Paramartha


Salaam Sahabats...


Dalam QS Al-Fatihah ayat-7, Allah SWT menyatakan bahwa Shirath al-Mustaqiim adalah "jalan orang-orang yang diberi ni'mat (shirathal ladzina 'anamta alaihim)." Sekali lagi, mengingat hakikat insan adalah jiwanya, maka ni'mat di sini selain bersifat jasadiah/lahiriah tentu yang lebih utama bagi jiwa-jadi nafsaniah sifatnya.


Mengenai siapa saja, serta pemeringkatan dari mereka yang diberi ni'mat inilah yang dinyatakan dalam QS An-Nisaa' [4]: 69.


4 69


"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, syuhada dan shalihiin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (TQS.4:69)

Rabu, 19 Mei 2010

Ayat Liqo' Allah

sujud 5Salaam Sahabats...


Al-Quran, sebagai sumber segala sumber informasi yang haq, ternyata memberitakan dengan cukup jelas tentang Liqo' Allah (pertemuan kita dengan Allah SWT).


Apakah itu? Bagaimana sikap kita sebaiknya mempersiapkan hal besar tersebut?


Marilah kita renungkan ayat-ayat berikut...


 


13 2


"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabb-mu." (TQS.13:2)

Kamis, 13 Mei 2010

Keberserah-dirian

sujud 1Sahabats...


Keberserah-dirian adalah suatu prinsip yang paling mudah disebut, tetapi paling sulit disampaikan. Ia bukanlah sebuah pengertian yang dapat kita ambil dari orang lain, melainkan sesuatu yang harus kita cari sendiri oleh masing-masing kita.


Al-Quran memandu kita dengan membentangkan contoh-contoh keberserah-dirian dari mereka yang dididik Allah. Para nabi dan orang-orang suci yang merupakan teladan bagi manusia itu-tanpa kecuali-semuanya berserah-diri.


Marilah kita merenunginya...


4 125


"Dan siapakah yang lebih baik diin-nya daripada orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, dan ia seorang muhsinun dan mengikuti milah Ibrahim yang hanif, dan Allah telah mengambil Ibrahim sebagai khalil-Nya."
(TQS.4:125).

Rabu, 05 Mei 2010

Sekilas Mengenai Petunjuk

Sahabats...


Dalam kehidupan kita, petunjuk yang menuntun jalan kehidupan adalahal quran 4 sesuatu kebutuhan utama, dan di antara berbagai petunjuk yang kita harapkan, yang utama dan paling utama adalah Petunjuk dari Allah, sebagai Rabb kita. Dengan mengikuti Petunjuk-Nya tersebut maka kehidupan kita akan selamat di dunia dan akhirat.


Salah satu asma Allah adalah Al-Hadi (Yang Maha Menunjuki). Petunjuk ini merupakan faktor yang memilah manusia menjadi golongan yang beruntung dan yang merugi.


Marilah kita merenungkan bagaimana Allah dalam Al-Quran berbicara mengenai Petunjuk


7 178


"Barangsiapa mendapat petunjuk Allah maka dialah yang menerima petunjuk (al-muhtadi), dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka merekalah orang-orang yang merugi (al-khasiruun)."(TQS. 7:178)

Kamis, 29 April 2010

Sabda Rasulullah saw tentang Keutamaan (Ketinggian) Al-Quran

Sahabats...


Kiranya tidak ada seorangpun di dunia ini yang paling tepat Allah Muhammad 1menggambarkan Al-Quran kecuali Rasulullah Muhammad saw.


Nah, kiranya kita diberi kemampuan untuk merenungkan dan mengamalkannya...


"Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah Saw." (HR. Muslim)



"Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur'an) meninggikan derajat kaum-kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain." (HR. Muslim)



Penjelasan:
Maksudnya: Barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur'an maka Allah akan meninggikan derajatnya, tapi barangsiapa yang tidak beriman kepada Al Qur'an maka Allah akan menghinakannya dan merendahkan derajatnya.


Selasa, 30 Maret 2010

SATU MOMEN TIGA ‘KITAB’

Ternyata, penjelasan tentang Manifestasi Allah dalam rupa Tiga ‘Kitab’-Nya (Insaniyyah, Kauniyyah dan Qur’aniyyah) masih menyisakan ketidak-mengertian pada sebagian murid-murid Padepokan Kehidupan. Ketika ada kesempatan lagi, Sang Guru Bijakbestari pun memperoleh pertanyaan seputar topik itu,

M : Guru, tolong berikan contoh dari pengalaman Bapak, tentang suatu kejadian yang menyelaraskan 3 ‘kitab’ sekaligus: ‘kitab Kauniyyah, kitab Insaniyyah dan ‘kitab Quraniyyah agar pemahaman kami tentang ‘Kitab Manifestasi-Nya’ kami semakin jelas...
GB: Baiklah Anakku, ini memang bukan persoalan yang mudah dicerna, maka kita harus secara pelan-pelan mengunyahnya. Tak lupa kita harus memohon bimbingan-Nya, agar kita mampu mehaminya satu per satu. Sebelumnya untuk menjernihkan qalbu dan pikiran kita marilah kita baca Ummul kitab...Al-Fatihah...
Pernah ketika anakku baru berumur 11 tahun, suatu hari dia berhasil membohongi kami orang tuanya. Ketika saya mau menegurnya, tiba-tiba saya ingat bahwa ketika saya seumuran anak itu (belasan tahun juga) saya pun melakukan aksi ‘menipu’ orang tua saya, karena saya punya keinginan untuk bermain bersama teman-teman main di kampung. Mengingat peristiwa itu mulut saya tersenyum, dan dalam hati saya berkata,”Ya Allah, hamba mengerti terhadap ‘balasan’ yang Engkau kirimkan berwujud perilaku anak hamba hari ini. Engkau firmankan dalam Al-Quran-MU:” Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.”(TQS 99: 7-8). Hamba sadar akan kelakuan hamba saat muda, Astaghfirullah...”
Akhirnya saya nasihati anak saya dengan penuh kesabaran, namun tidak menghilangkan ketegasan dalam mengingatkan dari kesalahannya.